ERA SOCIETY 5.0 : PENTINGNYA MEMBANGUN KARAKTER KADER HMI YANG IDEAL
Oleh: Choirul Anam Fatur Rohman (Kader HMI Komisariat Al–Fath Cabang Probolinggo)
Di akhir dekade ini, perkembangan ilmu pengetahuan sudah semakin pesatnya dalam mewarnai kehidupan sejarah umat manusia yang ditandai dengan munculnya berbagai kecanggihan teknologi di berbagai sektor bidang. Kemunculan teknologi ini merupakan bentuk rasa syukur manusia terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri. Indonesia terus dirasuki gejala zona era milenial baru seperti Era Society 5.0. Zona era terbaru ini diharapkan setiap manusia dapat menciptakan nilai baru melalui perkembangan teknologi canggih sehingga dapat mengurangi adanya kesenjangan antara manusia dengan masalah ekonomi kedepannya. Tidak heran, semakin berkembangnya zaman akan membentuk kehidupan ekstra digital yang dapat mempengaruhi perubahan pola pikir, perilaku, serta aspek kehidupan yang lebih luas lagi. Bisa mewujudkan keberuntungan dan perbaikan jika difungsikan dengan baik dan potensinya juga sangat besar. Namun, kendati demikian, bisa juga memberikan dampak negatif. Tinggal bagaimana setiap kader memfungsikan alat canggih tersebut.

Zona Era Society 5.0 menandakan terjadinya titik balik besar dalam sejarah dunia, hampir dari setiap aspek kehidupan sehari-hari dipengaruhi oleh teknologi canggih, khususnya dalam hal peningkatan pertumbuhan penduduk dan pendapatan rata-rata yang berkelanjutan dan belum pernah terjadi sebelumnya. Selama dua abad setelah revolusi industri, rata-rata pendapatan perkapita negara di dunia meningkat lebih dari enam kali lipat.
Karakteristik kader HMI yang ideal saat ini adalah mahasiswa yang ikut andil untuk melakukan gerakan perubahan secara signifikan dan memiliki idealisme tinggi. Masih ingatkah kata-kata Soekarno ketika sedang berorasi, “Berikan saya sepuluh pemuda maka akan saya guncangkan dunia ini”. Begitu dahsyatnya kekuatan pemuda. Oleh sebab itu, pemuda adalah ujung tombak perubahan bangsa. Di pundak pemudalah ditopangkan tanggung jawab yang besar akan masa depan bangsa yang lebih baik. Untuk itu, pemuda memang harus memiliki idealisme yang tinggi dan memunculkan idealisme itu membutuhkan karakteristik sebagai penunjang.
Beberapa sifat karakter yang harus dimiliki oleh seorang kader HMI adalah 1) beriman, 2) bersemangat, 3) banyak membaca, 4) waspada, 5) memiliki orientasi yang jelas, 6) bermanfaat bagi orang lain, 7) pandai menyesuaikan diri, 8) peduli terhadap lingkungan, 9) berpikir jernih, 10) kreatif, 11) inovatif, 12) disiplin. 13) memiliki cita-cita yang tinggi, 14) berpendirian kokoh, dan 15) rendah hati. Berdasarkan unsur-unsur karakteristik di atas bahwa pertama kader harus beriman. Sebab iman merupakan kompas dalam mengarungi samudera kehidupan. Ketika kader sudah memiliki iman, tentulah tidak akan tersesat dengan mudahnya di persimpangan antara panggilan hati dan kehendak nafsu. Seorang remaja sensitif terhadap perkembangan zaman, menjadikan peran iman sebagai kompas dalam hidup seorang kader sangatlah penting.
Karakteristik kedua adalah bersemangat. Semangat sangatlah mempengaruhi suasana lingkungan. Ketika ada satu kader yang bersemangat, secara otomatis ia bisa menularkan semangatnya kepada kader lain. Ketika semua pemuda sudah bersemangat, semua tujuan yang ingin diraih pasti bisa menjadi kenyataan. Karakteristik ketiga banyak membaca. Ingat membaca adalah jendela dunia. Semakin banyak kader membaca semakin luas pula wawasan dan ilmu yang didapat. Dengan ilmu yang memadai kita bisa bersaing dengan kader lain baik di wilayah regional, nasional, maupun internasional.
Seorang kader harus waspada dalam menjalankan segala aktivitasnya. Seperti yang kita ketahui jiwa pemuda itu sangatlah bergejolak dan susah sekali untuk dibendung. Jika tidak ada sikap waspada dalam diri mahasiswa untuk mengontrol sikap yang bisa dikategorikan agresif ini, bisa saja timbul kekacauan dan berakhir pada pemberontakan. Karakteristik kelima adalah memiliki orientasi yang jelas. Jika pandangan yang mendasari pikiran sudah jelas, pastilah rencana untuk progres kedepannya akan berjalan lancar dan tidak ada lagi keraguan saat menjalankannya. Dengan demikian, hasil yang dicapai akan maksimal dan perjuangan yang dilakukan tidak akan sia-sia.
Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Begitu juga seharusnya seorang kader harus bermanfaat bagi orang lain. Ketika kader sudah bisa memberikan manfaat untuk orang lain disekitarnya, berarti ia sukses dalam pendidikannya dan begitulah seharusnya seorang kader sejati. Pandai menyesuaikan diri ( fleksibilitas ) adalah sifat yang harus dimiliki oleh kader, karena akan dihadapkan pada banyak lingkungan dengan situasi dan kondisi yang berbeda. Fleksibilitas akan sangat dibutuhkan oleh kader, tanpa hal tersebut akan sangat sulit untuk mengekspos bakat yang dimilikinya karena tidak ada respon dari lingkungan sekitar disebabkan ketidakmampuan menyesuaikan diri. Dengan demikian, tujuan akhir yang sudah ditargetkan akan sulit untuk dicapai.
Karakteristik yang kedelapan adalah peduli terhadap lingkungan. Sepintar dan secerdas apapun seorang kader jika tidak peduli terhadap lingkungan sekitarnya percuma saja. Dia tidak akan pernah dianggap ada dalam lingkungannya sehingga ilmu yang seharusnya bisa bermanfaat menjadi sia-sia saja dan kader seperti itulah yang tidak diharapkan. Selanjutnya karakteristik yang kesembilan adalah berpikir jernih. Seorang kader harus selalu menjaga pola pikirnya dari hal-hal negatif agar pola pikir tetap jernih. Pola pikir yang jernih, sangat dibutuhkan oleh kader dalam menimba ilmu karena dengan pola pikir jernih, pelajaran lebih mudah diserap dan tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan.
Kreatif adalah hal yang harus dimiliki oleh kader. Memiliki daya cipta yang tinggi akan sangat membantu kader dalam menjalankan aktivitasnya. Kekreatifan adalah kebutuhan primer karena dalam kemajuan zaman sekarang ini dalam masyarakat hal itulah yang dituntut dan diperlukan untuk membentuk sumber daya yang berkualitas. Disamping kreatif seorang kader juga harus inovatif. Mampu menciptakan hal-hal baru dalam berbagai aspek untuk memenuhi tuntutan zaman saat ini. Dengan inovasi kader bisa melakukan perubahan besar tidak hanya pada dirinya sendiri tapi juga pada lingkungannya, jika hal tersebut dilakukan secara bersungguh-sungguh.
Karakteristik yang keduabelas adalah disiplin. Kedisiplinanlah yang menentukan sukses atau tidaknya seseorang. Ketika mahasiswa sudah disiplin dalam menuntut ilmu tentulah dalam pengaplikasian ilmu tersebut nantinya mereka juga akan disiplin sehingga generasi yang tercipta berikutnya akan jauh lebih baik. Karakteristik ketigabelas adalah memiliki cita-cita yang tinggi. Seseorang yang memiliki cita-cita tinggi pasti memiliki dedikasi yang tinggi dalam hidupnya. Dengan dedikasi yang tinggi akan menjadikan pemuda bertanggung jawab terhadap tugasnya dan menghasilkan hal-hal yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Memiliki pendirian yang kokoh. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, pemuda adalah ujung tombak perubahan bangsa, jika pemuda tidak memiliki pendirian yang kokoh maka ia akan mudah dipengaruhi oleh perkembangan zaman tanpa mengindahkan lagi tujuan yang hendak dicapai sehingga bisa mengakibatkan kekacauan. Oleh karena itu, pendirian yang kokoh haruslah dimiliki semua kader. Karakteristik terakhir yang harus dimiliki adalah rendah hati. Semakin banyak ilmu yang didapat dan semakin luas wawasan yang diperoleh tidak akan menjadikan tinggi hati. Kader yang ideal itu menganut ilmu padi “ Semakin berisi semakin merunduk. “
Dengan tercapainya pemenuhan 15 karakteristik kader HMI yang ideal maka akan terciptalah generasi-generasi penerus bangsa yang benar-benar mampu dan berpotensial untuk menyandang predikat generasi penerus bangsa. Namun gejolak jiwa yang masih labil sering sulit dibendung sehingga menjadi salah satu faktor penghambat pengembangan karakteristik itu. Disinilah dibutuhkan indikator-indikator sebagai pengontrol dan sebagai alat untuk mengantisipasi, serta sebagai media untuk menyalurkan potensi yang bergejolak itu sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar dan diri kader itu sendiri. Yakin Usaha Sampai ………

