|

Klarifikasi Dekan Fidikom UIN Jakarta Terkait Larangan Haikal Hassan Berdakwah di Kampus

Oleh: Dafi

Ciputat, Ruangonline.id – Setelah dimintai keterangan oleh Jurnalis ruangonline.com kepada Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Suparto mengklarifikasi bahwa tidak ada pelarangan terhadap Ustadz Haikal Hassan untuk berdakwah di UIN Jakarta dan menurut Suparto, Rektor UIN Jakarta, Amany Burhanuddin Umar Lubis tidak pernah mendapat tekanan dari Kemenag. Ia juga menjelaskan bahwa dirinya tidak merasa ditekan oleh Rektor UIN Jakarta dan tidak ada bukti sama sekali atas apa yang dikatakan oleh Feris Alwidar selaku Ketua HMJ Manajemen Dakwah UIN Jakarta terkait tekanan rektor terhadap Dekan Fidikom. Suparto menegaskan yang ada hanyalah koordinasi pelaksanaan acara agar tidak menimbulkan masalah dan bisa berjalan dengan lancar.

“Rektor tidak pernah merasa ditekan dan dekan juga tidak pernah merasa ditekan oleh rektor, tidak ada buktinya sama sekali. Bahkan yang ada itu hanyalah koordinasi pelaksanaan acara, agar acara itu tidak menimbulkan masalah dan berjalan dengan lancar,” jelas Suparto saat dimintai keterangan di ruangannya pada Jumat, 08/11/19.

Suparto juga menambahkan bahwa UIN Jakarta adalah perguruan tinggi yang sifatnya terbuka dalam berbagai wacana. Ia juga menyinggung pernah mengundang Ulil Abshar Abdalla, acara tersebut netral dan tidak ada masalah. Kemudian ia melanjutkan bahwa hari ini Jurusan Manajemen Dakwah melalui HMJ MD mengundang Ustadz Haikal Hassan dan direspon tidak ada masalah. Namun, karena kegiatannya ada di universitas maka pengajian tersebut bersifat semi akademik yang terdiri dari moderator dan pembicara.

“UIN itukan perguruan tinggi yang sifatnya terbuka dengan berbagai macam wacana. Kemarin kita sudah mengundang Ulil Abshar Abdalla dan juga netral-netral saja gak ada masalah. Hari ini juga MD lewat HMJnya mengundang Ustadz Haikal Hassan itu juga kita respon gak masalah tetapi karena sifatnya ada di universitas, maka pengajiannya itu semi akademik. Ada moderator dan pembicara.” Jelas Suparto.

Selanjutnya, Jurnalis ruangonline.com meminta penjelasan ulang dan klarifikasi terhadap Feris Alwidar terkait pernyataannya pada pemberitaan sebelumnya, Feris meminta maaf atas penggunaan diksinya yang kurang tepat. Dan ia juga mengatakan hal yang senada dengan Suparto selaku Dekan Fidikom UIN Jakarta bahwa yang ada hanya koordinasi dari Kemenag terhadap rektor dan rektor berkoordinasi kepada Dekan Fidikom.

“Iya sekali lagi saya meminta maaf, ini pemakaian diksi saya yang kurang tepat, kemarin itu sifatnya koordinasi saja dari Kemenag ke rektor, dari rektor ke Dekan Fidikom.” Tegas Feris.

Postingan Serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *