LKMI HMI Ciputat Gelar LK-Kes 2026, Fokus Bentuk Kader Kesehatan Profesional
Ciputat – Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ciputat gelar Latihan Kader Kesehatan (LK-Kes) 2026 pada tanggal 18-20 September 2026, berlokasi di Nurcholish Madjid Training Center (NMTC). Kegiatan ini diikuti oleh 114 peserta dari komisariat di Ciputat dan sejumlah cabang lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader kesehatan HMI yang profesional melalui rangkaian materi seputar isu kesehatan terkini.
Mohammad Omar Variz Sastradilaga, S. Ked. selaku Ketua Pelaksana LK-Kes 2026 mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari jenjang kaderisasi sebelumnya, yaitu Latihan Kader tingkat pertama (LK 1). Ia menjelaskan, pelatihan disusun secara berjenjang melalui konsep Integrated Health Basic Training (IHBT), sehingga peserta yang telah menuntaskan LK 1 diarahkan untuk mengikuti LK-Kes 2026.
“Untuk tujuan utamanya, LK-Kes ini memang diniatkan untuk membentuk kader-kader kesehatan yang profesional, sehingga materi yang diberikan sangat menjurus pada aspek profesionalitas,” Jelas Omar.
Omar menambahkan, dari 114 peserta yang terdaftar, sebagian diantaranya berasal dari luar Ciputat, seperti Depok, Karawang, dan Bandung. Variasi asal peserta tersebut, menurutnya, menunjukkan antusiasme kader HMI dari berbagai daerah untuk mengembangkan kapasitas di bidang kesehatan sekaligus memperkuat keanggotaan LKMI di cabang masing-masing.
Ia menjelaskan, LK-Kes 2026 berlangsung selama tiga hari dengan total sebelas materi. Pada hari pertama, kegiatan berlangsung mulai sore hari hingga pukul 22.00 WIB, sedangkan pada hari kedua dan ketiga berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WIB. Materi yang disampaikan antara lain mengenai skema Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, manajemen kegawatdaruratan bencana, hingga industri kefarmasian.
“Kami menghadirkan pemateri untuk membahas manajemen kegawatdaruratan bencana, mengingat sejumlah peristiwa bencana seperti di Cianjur dan Nusa Tenggara Timur menunjukkan penanganan bencana yang masih perlu diperbaiki,” ujar Omar.
Sementara itu, Direktur Kesekretariatan LKMI Cabang Ciputat sekaligus Koor Steering Committee LK-Kes 2026, Muhammad Bagaskara, S. Ked., menjelaskan bahwa LKMI berfungsi sebagai lembaga pengembangan profesi (LPP) yang mewadahi mahasiswa kedokteran dan kesehatan dari tiga kampus, yaitu Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan STIKes Widya Darma Husada. Di tingkat komisariat, LKMI menaungi sejumlah komisariat, diantaranya Komisariat Cireundeu (Komici), Komisariat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (Komfakdik), Komisariat Psikologi (Kompsi) dan Komisariat Pamulang (Komipam).
Bagaskara menuturkan, pelatihan yang diberikan LKMI tidak hanya menyasar aspek profesionalitas, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki kader terhadap LKMI dan HMI. Ia mencontohkan kegiatan bakti sosial yang melibatkan berbagai bidang keilmuan, mulai dari kedokteran, keperawatan, kefarmasian, kesehatan masyarakat, hingga psikologi.
Ia berharap kualitas yang dimiliki setiap kader dapat membangun jejaring di lingkungan HMI yang bermanfaat secara jangka panjang, baik bagi kader yang bersangkutan maupun bagi LKMI Cabang Ciputat.
Reporter: Bahrul
Editor: Muhammad Taufiqurrahman Z

